Terminal Lemabang, Palembang, Sumatera Selatan

Terminal Lemabang, Palembang, Sumatera Selatan

Terminal Lemabang, Palembang, Sumatera Selatan

Terminal Lemabang, Palembang, Sumatera Selatan

Terminal Lemabang, Palembang, Sumatera Selatan

Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

Budaya Palembang Sumatera Selatan

LOGO SUMSEL
Sumatera Selatan sudah di diami manusia sejak zaman purbakala. Bukti-bukti sejarah masa lampau itu antara lain berupa situs-situs megalit dalam berbagai bentuk dan ukuran yang dapat disaksikan baik di museum maupun di alam terbuka. Peninggalan kebudayaan megalit itu merupakan hasil kreasi seni pahat para nenek moyang terdiri dari arca-arca batu berbentuk manusia, binatang, menhir, dolmen, punden berundak, kubur batu, lumpang batu, dan sebagainya yang berukuran kecil sampai raksasa.

Bukti-bukti peradaban pada masa 2.500 - 1.000 tahun Sebelum Masehi tidak hanya mengesankan bagi wisatawan asing maupun domestic, tetapi juga para ahli yang acap kali dating melakukan penelitian ilmiah. Di alam terbuka, situs-situs megalit itu sebagian besar terdapat di Kabupaten Lahat, Ogan Komering Ulu dan Muara Enim. Keberadaan benda-benda itu telah melahirkan berbagai legenda dan mitos dikalangan masyarakat Sumatera Selatan. Di antaranya Legenda Si Pahit Lidah yang karena kesaktiannya mampu membuat apapun yang tidak disukainya menjadi batu.

Lebih Dekat Dengan Sumatera Selatan

LOGO SUMSEL
Provinsi Sumatera Selatan merupakan suatu kawasan seluas 109.254 Kilometer persegi di pulau Sumatera dan terletak disebelah selatan garis khatulistiwa pada 1-4 derajat lintang selatan dan 102 - 108 bujur timur. Bagian daratan provinsi ini berbatas dengan provinsi Jambi, disebelah utara provinsi Lampung diselatan dan provinsi Bengkulu dibagian barat. Sedangkan bagian timur berbatas dengan provinsi Bangka-Belitung.

Sumatera Selatan dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya karena wilayah ini dalam abad ke-7 dan ke-12 Masehi merupakan pusat kerajaan maritim terbesar dan terkuat yang dipengaruhi sampai ke Formosa dan China di Asia serta Madagastar di Afrika.

Disamping itu Sumatera Selatan sering pula disebut daerah Batanghari Sembilan, karena di kawasan ini terdapat sembilan sungai besar yang dapat dilayari hingga jauh ke hulu, yakni:

* Sungai Musi
* Sungai Ogan
* Sungai Komering
* Sungai Lematang
* Sungai Kelingi
* Sungai Rawas
* Batanghari Leko
* Sungai Lalan, Serta puluhan cabang-cabangnya.

Detail Provinsi Sumatera Selatan

LOGO SUMSEL
Sejarah Sumatera Selatan memiliki keterkaitan dengan sejarah Riau dan sejarah kerajaan-kerajaan di Semenanjung Tanah Melayu. Hal ini sangat logis bila dihubungkan dengan bangsa Deutro - Melayu di daerah ini. Keturunan Deutro - Melayu ini telah menghuni kawasan tersebut sejak tahun 300 SM. Mereka menggeser kedudukan bangsa Proto - Melayu yang datang sekitar 2.000 tahun sebelumnya. Karena letaknya yang strategis bagi dunia pelayaran, ditambah dengan kekayaan alamnya yang berlimpah, Sumatera Selatan banyak dikunjungi pedagang-pedagang asing, terutama dari Arab, India, dan China, sejak awal tarikh Masehi. Maka tidak mengherankan jika masyarakat Sumsel cepat berkembang dan kemudian melahirkan sebuah kerajaan besar bernama Sriwijaya.

Para ahli sejarah sependapat bahwa kerajaan Sriwijaya tumbuh, berkembang dan mengalami masa kejayaan selama berabad-abad antara abad ke-7 sampai abad ke-12. Sriwijaya menghasilkan sendiri komoditi penting pada masa itu, seperti lada dan timah. Daerah yang banyak menghasilkan lada adalah daerah sepanjang Sungai Kampar, Kuantan, Singingi (Riau) dan Batanghari (Jambi). Timah didatangkan dari daerah Kedah (Malaysia) dan Tapung Petapahan dihulu Sungai Siak (Riau). Selain itu Sriwijaya juga menjual emas yang berasal dari Sungai Kuantan dan Singingi.